Sudah Punya MPV dan SUV, Wuling Segera Bawa LCGC?

19/06/2019 | Fatchur Sag

Soal keseriusan Wuling sudah menunjukkan hal tersebut dalam dua tahun terakhir ini. Sebelum mengenalkan produk perdananya, Confero S di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) bulan Agustus 2017 silam Wuling telah mempersiapkan diri dengan mendirikan pabrik di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dengan kapasitas produksi mencapai 120 ribu unit pertahun.

Foto Pabrik Wuling di Cikarang Bekasi Jawa Barat yang memiliki kapasitas produksi hingga 120 ribu unit mobil per tahun

Seluruh model Wuling di Indonesia dibuat di pabrik Wuling Cikarang Jawa Barat

Pasca peluncuran Confero S, Wuling kembali menghadirkan beberapa model baru secara beruntun mulai Cortez 1.8, Cortez 1.5, Formo, Almaz hingga dua varian baru Confero S ACT dan Cortez 1.5 Turbo atau Cortez CT. Terlihat sudah begitu banyak untuk ukuran merek baru yang belum genap usia dua tahun, tapi jika dikategorikan baru ada dua saja untuk mobil penumpang yaitu SUV dan MPV.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Soal harga gak usah ditanya, semua model adalah yang termurah di kelasnya. Bahkan harga Wuling Confero S yang dijual mulai Rp 146,8 juta - Rp 191,8 juta bergesekan langsung dengan harga mobil-mobil murah segmen Low Cost Green Car (LCGC) dan harga city car. Apa ini lantas menutup kemungkinan Wuling membawa LCGC yang lebih murah dibanding Confero S?

Menurut Brand Manager PT. SAIC General Motors Wuling (SGMW) Indonesia, Dian Asmahani rencana menghadirkan produk baru sudah pasti ada. Namun model apa dulu yang bakal dihadirkan itu tergantung kondisi pasar. “Kami punya lini produk lengkap di HQ (headquarter/kantor pusat). Tapi, yang jelas, produk apa yang mau kami keluarkan lagi nantinya juga harus melihat kondisi pasar yang ada di Indonesia. Potensinya seperti apa,” tutur Dian seperti dikutip dari mobil123, (18/6/2019).

>>> Sebagai Pendatang Baru, Wuling Bertekad Terus Menjual Produknya Di Indonesia

Foto Wuling Confero S, low MPV paling murah di Indonesia

Wuling Confero S, tingal durability yang masih ditunggu pembuktiannya

Seperti diketahui LCGC saat ini jadi salah satu segmen terbesar untuk kendaraan penumpang di Indonesia setelah Low MPV. Dengan harga yang berada di kisaran Rp 100 jutaan hingga Rp 150 jutaan mobil ini sukses menjadi pilihan banyak konsumen yang mendambakan mobil dengan penampilan menarik namun dengan harga terjangkau. Namun dari banyak pabrikan yang ada hanya lima saja yang bermain di segmen ini, yaitu Toyota dengan Agya dan Calya, Daihatsu dengan Ayla dan Sigra, Honda dengan Brio Satya, Suzuki dengan Karimun Wagon R, dan Datsun dengan Go+ dan Go+ Panca-nya.

Foto Baojun 310, hatchback dengan mesin berkapasitas 1.200 cc di China

SGMW punya Baojun 310 bermesin 1.200 cc

Wuling meski memiliki produk yang lebih murah dari Confero S yaitu Formo, mobil ini lebih difokuskan sebagai kendaraan komersil dan tidak masuk dalam kategori LCGC. Artinya kemungkinan menghadirkan mobil LCGC sangat terbuka meskipun untuk saat ini belum ada rencana. “Tahun ini dan tahun depan memang fokus utama kami masih di segmen LMPV (Confero) dan medium MPV (Cortez). Belum ke arah sana (mobil yang lebih murah lagi), sih,” ungkap Dian.

>>> Beda Mesin Dan Transmisi, Wuling Cortez 1.5 Turbo Juga Beda Konsumen Dengan Cortez Lain

>>> Beragam berita informatif dunia otomotif hanya di Mobilmo

Berita sama topik

  • 18/10/2019 | Fatchur Sag

    Jadi Mobil Bank, Toyota Fortuner Ini Dibikin Tahan Peluru

    Toyota Fortuner ekspor dibuat untuk kebutuhan-kebutuhan khusus sesuai permintaan negara tujuan. Di Vietnam, mobil ini disulap menjadi tahan peluru untuk digunakan sebagai mobil bank pengantar uang. Seperti apa rupanya?

  • 16/10/2019 | Fatchur Sag

    BMW Seri 3 Kuasai Pasar BMW di Indonesia

    BMW Seri 3 melegenda di berbagai negara. Bahkan di Indonesia, penjualan BMW Seri 3 menjadi salah satu yang terbesar dibanding seri BMW yang lain.

  • 15/10/2019 | Fatchur Sag

    Mobil Hybrid Digencarkan, Bagaimana Nasibnya Saat Jadi Mobil Bekas?

    Menyambut era elektrifikasi kendaraan bermotor di ranah global maupun lokal, perlahan tapi pasti mobil konvensional bakal tergantikan dengan mobil listrik maupun mobil hybrid. Artinya cepat atau lambat bakal ada mobil listrik dan mobil hybrid yang jadi mobil bekas. Bagaimana nasibnya nanti?