Suzuki Bisa Produksi Ignis Dalam Negeri, Tapi Ini Syaratnya

30/01/2018 | Mobilmo.com

Ada yang masih dipertimbangkan Suzuki untuk bisa produksi Ignis di pabrik dalam negeri.

Suzuki Indonesia sedang bahagia, punya pahlawan baru di pasar otomotif dalam negeri. Disaat model low Multi Purpose Vehicle (LMPV) andalannya Ertiga kesulitan melawan dominasi Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Honda Mobilio, Ignis sukses melesat cepat menyalip dan meninggalkan lawannya di segmen city car. Ignis menjadi model yang cukup diperhitungkan oleh para kompetitor. Dari sejak kali pertama diluncurkan pada April 2017 hingga tutup tahun 2017, wholesales Ignis menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencapai 14.157 unit. Pencapaian ini sekaligus jadi pertanda bahwa Ignis cukup diterima pasar dengan baik.

Suzuki Ignis dipamerkan di IIMS 2017

Hanya saja meski penjualan cukup baik, Ignis yang dijual sekarang adalah mobil CBU alias diimpor dari India dalam wujud utuh. Banyak yang bertanya-tanya kapan Ignis bakal dirakit secara lokal? Baca : Kaitannya dengan hal ini, Donny Saputra selaku Marketing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, peralihan produksi Ignis dari impor ke produk lokal membutuhkan investasi yang cukup besar. Selain soal biaya, banyak hal lain yang harus dipelajari dan diperhitungkan. Pertama; ketahanan pasar. Akan lebih mudah bernegosiasi dengan kantor pusat di Jepang soal perakitan Ignis dalam negeri jika penjualan stabil bahkan meningkat. “Bagaimana kami bisa sustain market ini di Indonesia, kalau kami jualannya bisa stay atau bertambah, lebih mudah bagi kami untuk negosiasi dengan kantor pusat,” kata Donny, Jumat (26/1/2018) di sela acara peluncuran varian baru Ignis Sport Edition.

Seorang model berpose di samping Suzuki Ignis Sport Edition saat peluncuran, 26 Januari 2018

Kedua; market belum terbentuk sepenuhnya. Jika ingin Ignis dirakit secara lokal, kondisi market harus benar-benar sudah terbentuk. Jadi saat produk sudah dibuat pasar sudah siap menerima sepenuhnya. Ketiga; perkembangan regulasi dari pemerintah. Regulasi penting diperhitungkan sebab berkaitan dengan nilai investasi. “Lalu yang ketiga, arah perkembangan regulasi, ini kaitannya dengan investasi, contohnya dari Euro 2 ke Euro 4, dan isu-isu strategis. Rencana pemerintah dengan investasi ini berkaitan,” tambah Donny. Selain ketiga hal di atas, pertimbangan lain dari lokalisasi Ignis adalah soal pemintaan pasar. Apakah nantinya masih sama dengan demand market saat ini, atau justru menurun. “Namun juga, kami lihat apakah demand market ke depannya ketika kami lokalisasi, masih sama dengan saat in. Lalu kami akan memikirkan apa yang kami bisa improvisasi, acceptance price dan lainnya, itu merupakan proses panjang,” tambah Donny.

Suzuki Ignis di pameran otomotif IIMS 2017

Donny sendiri tak menampik kalau PT SIS sebenarnya sangat ingin segera produksi Ignis dalam negeri, karena dengan begitu jalur distribusi bisa dipersingkat sehingga lebih cepat bereaksi terhadap kondisi pasar. Harapannya tidak lebih dari dua tahun semua keputusan sudah final. “Kalau bisa harapan kami dalam dua tahun kami finalisasi, karena kalau kelamaan bisa basi,” tutur Donny. Baca :