Tanpa Dasar Ilmu Ackermann Steering Geometry Mobil Anda Enggak Bakal Bergerak Lincah

29/12/2018 | Arfian Alamsyah

Pernahkah Anda berpikir, mobil sebongsor Mitsubishi Pajero Sport atau All New Honda Brio misalnya, dapat berputar balik dengan mudah dengan turning radius yang bisa dibilang sangat baik. Apa penyebabnya? Ternyata yang berperan besar adalah suatu sistem ilmu pengetahuan ackermann steering geometry. Karena tanpa adanya ackermann steering geometry, mobil Anda enggak bakal bisa bergerak lincah. Lalu apa sih itu Ackermann Steering Geometry? Simak pembahasannya lebih lanjut di Mobilmo.com yang merupakan situs seputar teknik mobil nomor satu yang ada di Indonesia.

Cara Kerja Ackermann Steering Geometry

Ackermann Steering Geometry membantu sudut belok mobil semakin patah

Pertama yang harus dipahami adalah Ackermann steering geometry, Ackermann steering geometry sebenarnya adalah sebuah susunan geometris dari hubungan setir mobil yang dirancang secara khusus untuk menyelesaikan problem bagian roda dalam dan juga luar tergelincir karena memiliki sudut belokan yang berbeda. Ackerman Steering adalah metode yang digunakan pada sistem steering mobil pada umumnya. Sistem Ackermann steering geometry menawarkan stabilitas yang baik, dan pada prinsipnya dua roda belakang sebagai penggerak digerakkan oleh satu motor dan dua roda depan hanya berfungsi sebagai kemudi.

>>> Baca juga: Mengapa Biaya setting ECU Stand Alone Itu Mahal?

Tampak sebuah Sistem Ackermann Steering

Ackermann steering geometry menawarkan stabilitas yang baik

Sistem Ackermann steering geometry ini ditemukan serta dipatenkan oleh di Inggris, oleh Rudolph Ackermann (1764-1834) pada tahun 1818. Dan sistem Ackermann steering geometry ini pertama kali digunakan untuk kereta kuda. Cara kerja dari ‘geometri Ackermann’ ini adalah untuk mencapai tujuan utama yakni menghindari ban dari sisi berlawanan tergelincir ke samping saat mengikuti jalur di sekitar kurva (misal mobil berbelok kekanan sudut ban kanan tidak lekas mentok ke sasis dan kemiringannya masih masuk dalam batas toleransi). 

>>> Baca juga ulasan tentang mobil baru yang tergolong rare (jarang) di Indonesia, hanya di Mobilmo.com :

Tampak Ban dan pelek depan All New Honda Brio

Mobil modern seperti All New Honda Brio tidak menggunakan Ackermann Steering Geometry murni demi rasa rigid saat bermanuver

Ackermann steering geometry ini mengatur agar semua roda yang diatur pada-asnya sebagai jari-jari lingkaran dengan titik tengah adalah sama. Jadi ketika roda belakang geometry (sudut)-nya diperbaiki, titik tengah ini harus berada pada garis yang diperpanjang dari poros belakang. Perpotongan sumbu roda depan pada garis ini juga mensyaratkan bahwa roda depan bagian dalam diputar, saat kemudi, melalui sudut yang lebih besar daripada roda luar.

Tampak All New Honda Brio Satya bermanuver cepat

Pada dasarnya mobil dapat menikung lincah karena adanya dasar ilmu teknis ini

Mobil modern seperti Mitsubishi Pajero Sport, serta All New Honda Brio misalnya memang tidak menggunakan sistem Ackermann geometry murni, karena sebagian mengabaikan efek penting yang dinamis dan juga sesuai, tetapi pada prinsipnya, untuk manuver tajam pada kecepatan rendah. Beberapa mobil balap menggunakan geometri Ackermann dengan sudut yang terbalik untuk mengimbangi perbedaan besar dalam sudut selip antara ban depan dalam dan luar sambil menikung dengan kecepatan tinggi. Penggunaan geometri semacam ini akan membantu mengurangi suhu ban saat menikung dengan kecepatan tinggi tetapi sisi negatifnya akan menurunkan kinerja manuver kecepatan rendah.

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Review mobil serupa

  • 28/12/2018 | Padli Nurdin

    Review Mercedes-Benz B-Class 2019: Teknologi A-Class versi MPV

    Mengusung tema dan desain layaknya versi A-Class, namun dengan tampilan yang lebih fleksibel dan lebih tinggi, generasi MPV baru Mercedes-Benz B-Class 2019 menawarkan sejumlah besar fitur serta teknologi layaknya hatchback lima pintu, tetapi dibuat untuk minivan.

  • 27/12/2018 | Padli Nurdin

    Review Jaguar I-Pace 2019: SUV Masa Depan dari Jaguar

    Jaguar melangkah berani menuju daerah abu-abu yang selama ini belum pernah dihampirinya. Dan dengan Jaguar I-Pace 2019, pabrikan asal Inggris ini berhasil membawa sebuah SUV yang menawan, tampilan elegan, ruang dalam menyenangkan, dan tentu saja ditenagai oleh listrik yang ramah lingkungan.

  • 24/12/2018 | Arfian Alamsyah

    Review Toyota Vios 2019 Versi Ekspor

    Akibat pajak sedan yang tinggi, kini mobil ini menjadi kurang diminati oleh konsumen di Indonesia. Padahal Toyota Vios adalah mobil sedan kecil yang kompak dan juga berperforma baik. Kini kami persembahkan review Toyota Vios 2019 versi ekspor hanya untuk Anda.